HALLO
MILENIAL’S !
ASSALAMU’ALAIKUM
WARAHMATULLAH WABARAKATUH..
Apa kabar Bro N
Sist ? Semoga sehat-sehat disana yaa..
AAMIIN
ALLAHUMA AAMIIN.
Okey coy! Lama juga
kita tak jumpa yaa.. kali ini Om Vall mau sedikit ngasih ilmu nih buat sobat
Milenial.. penasaran gak kira-kira om noval kali ini mau ngebahas tentang apa
hayo.. oke jadi kali ini gua akan ngasih
sedikit ilmu sama kalian tentang “Teknology Pendidikan & Pembelajaran
di-era Revolusi”
Keren kan hehe..
dijaman milenial ini tentunya ketika kita bicara technology,itu sudah tak asing
lagi yaa.. karena masing-masing kita semua sudah menggunakan technology itu.,
nah ,namun.. kita juga harus tau tentang technology pendidikan &
pembelajaran itu seperti apa.. biar apa coba ? yaa tentunya biar ilmu,wawasan N
Pemahaman kita juga bertambah luas.. tentang technology tersebut. Jadi ga hanya
bisa make aja yaa sobat milenial’s hehehe.
Oke langsung aja
kita ke intinya ya !
~ Revolusi industri 4.0 merupakan konsep yang pertama kali
diperkenalkan oleh ekonom asal Jerman, Profesor Klaus Schwab. Dalam bukunya
yang bertajuk “The Fourth Industrial Revolution”, Klaus mengungkap empat tahap revolusi industri yang setiap
tahapannya dapat mengubah hidup dan cara kerja manusia. Revolusi industri 4.0
sendiri merupakan tahap terakhir dalam konsep ini setelah tahapan pada abad
ke-18, ke-20, dan awal 1970.
Setelah melalui tiga
tahap evolusi industri tersebut, tahun 2018 disebut sebagai awal zaman revolusi
industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Kini berbagai industri mulai menyentuh dunia
virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin, dan data yang lebih dikenal
dengan nama Internet of Things (IoT). Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, diperlukan
berbagai persiapan, termasuk metode pembelajaran pendidikan yang tepat. Berikut
informasi lengkapnya!
Perbaikan sumber daya manusia (SDM)
Banyak hal yang harus
diubah oleh negara yang ingin maju. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia,
terlebih saat ini Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan
tingkat persaingan yang semakin ketat. Dari sejumlah perubahan yang harus
dilakukan, perbaikan SDM adalah salah satu hal yang harus sangat diperhatikan.
Perbaikan tersebut dapat terlaksana salah satunya dengan cara mengubah metode
pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada.
Setidaknya ada tiga hal
yang perlu diubah Indonesia dari sisi edukasi. Pertama dan yang paling
fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda Indonesia saat
ini. Kedua, pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat
generasi penerus bangsa. Ketiga dan yang terakhir adalah pengembangan kemampuan
institusi pendidikan tinggi untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan zaman saat ini.
Peran pemerintah dalam mengubah metode pembelajaran pendidikan
Pemerintah tentu saja
memiliki peran yang sangat penting dalam perubahan metode pembelajaran
pendidikan yang ada di Indonesia saat ini. Fasilitas yang sesuai dengan
kebutuhan anak-anak merupakan hal yang penting untuk disediakan oleh pemerintah.
Salah satu caranya adalah dengan menyediakan teknologi yang mumpuni. Diperlukan
perpindahan makna KKN menjadi Komunikasi, Kolaborasi, dan Networking untuk
membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik.
Dengan menyediakan
berbagai fasilitas yang sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman, diharapkan
anak-anak muda Indonesia dapat mengantongi bekal yang cukup dalam menghadapi
berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 ini. Mengingat kondisi
teknologi yang selalu berubah, diperlukan kemampuan adaptasi yang tinggi agar
tidak ketinggalan zaman. Anak-anak muda Indonesia juga diharapkan mampu
bersaing dan memiliki nilai-nilainya sendiri.
Pendidikan 4.0 merupakan
istilah umum yang dipakai oleh para ahli teori pendidikan untuk menggambarkan
beragam cara dalam mengintegrasikan teknologi cyber, baik secara fisik maupun tidak, ke dalam
dunia pembelajaran. Konsep ini juga merupakan lompatan dari Pendidikan 3.0 yang
lebih mencakup pertemuan ilmu saraf, psikolofi kognitif, dan teknologi
pendidikan menggunakan teknologi digital dan mobile berbasis web.
Pendidikan 3.0 sendiri
merupakan bagian dari tahap ke-tiga dari empat tahapan revolusi industri. Awal
tahun 1970-an ditengarai sebagai kemunculan perdana revolusi industri 3.0 yang
ditandai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi untuk otomatisasi
produksi. Debut revolusi industri generasi ketiga ditandai pula dengan
kemunculan pengontrol logika terprogram pertama (PLC), yaitu modem 084-969.
Sistem otomatisasi
berbasis komputer tersebut membuat mesin industri tak lagi dikendalikan oleh
manusia. Dampak yang dihasilkan berupa semakin murahnya biaya produksi dan
mulai digunakannya komputer dalam bidang pendidikan. Era pendidikan 3.0 menurut menurut Ketua Kelompok Keahlian
Teknologi Informasi Sekolah Elektronika dan Informasi ITB, Dr. Armein Z R Langi
merupakan kesempatan belajar yang dimiliki oleh orang-orang yang berselera
tinggi akan pengetahuan dan kapasitas “metabolisme” pengetahun yang tinggi pula.
Dalam hal ini,
pendidikan 4.0 berada jauh di atas hal tersebut. Bahkan dalam beberapa hal,
pendidikan 4.0 merupakan fenomena yang timbul sebagai respon terhadap kebutuhan
revolusi industri 4.0, di mana manusia dan mesin diselaraskan untuk memperoleh
solusi, memecahkan berbagai masalah yang dihadapi, serta menemukan berbagai
kemungkinan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan bagi perbaikan kehidupan
manusia modern.
Untuk menghadapi era
revolusi industri 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi
kreatif, inovatif, serta kompetitif. Hal tersebut salah satunya dapat dicapai
dengan cara mengoptimalisasi penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan
yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih baik.
Indonesia pun perlu meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja dan
tuntutan teknologi digital.
Sudah saatnya kita
meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan atau
sekadar menemukan satu jawaban benar dari soal. Metode pembelajaran pendidikan
Indonesia harus mulai beralih menjadi proses-proses pemikiran yang visioner,
termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini
diperlukan untuk menghadapi berbagai perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan.
Dukungan kecerdesan buatan
Pengembangan kecerdasan
buatan atau Artificial Intelligence (AI) bergerak semakin cepat dan mengalami kemajuan pesat
dalam setiap bidang kehidupan manusia. Mulai dari perawatan kesehatan, kontrol
iklim dan hasil panen, hingga pendidikan. Penggabungan AI dengan kecerdasan
alami mansusia membuat potensi individu bisa menjadi lebih maksimal dan
memungkinkan pencapaian yang lebih besar.
Untuk mengembangkan dan
menyebarkan solusi yang didukung oleh AI, diperlukan penerapan 6 prinsip utama.
6 prinsip tersebut adalah:
1. Privasi dan keamanan.
Sama seperti teknologi
awan lainnya, sistem AI harus mematahui UU privasi yang mengatur mengenai
pengumpulan, penggunaan, dan penyimpanan data. Sistem AI juga harus memastikan
informasi pribadi yang digunakan sesuai dengan standar privasi dan dilindungi
dari pencurian dan penyalahgunaan.
1. Transparansi.
Mengingat AI semakin
memengaruhi kehidupan setiap orang, informasi kontekstual mengenai bagaimana
sistem AI beroperasi harus diberikan. Hal ini untuk membuat masyarakat paham
mengenai bagaimana keputusan dibuat dan lebih mudah dalam mengidentifikais
potensi bias, kesalahan, dan hasil-hasil yang tidak diinginkan.
1. Keadilan.
Saat sistem AI membuat
keputusan mengenai perawatan medis atau pekerjaan, sistem tersebut harus
membuat rekomendasi yang sama bagi semua orang dengan kualifikasi dan gejala
yang serupa.
1. Keandalan
Sistem AI harus
dirancang agar dapat beroperasi dalam parameter yang jelas dan menjalani
pengujian yang ketat untuk memastikan sistem tersebut merespons dengan aman
dalam situasi yang tidak terprediksi. Sistem AI juga tidak boleh berevolusi
dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
1. Inklusivitas
Masyarakat harus
memegang peran dalam dalam membuat keputusan mengenai bagaimana dan kapan
sistem AI harus dimanfaatkan.
1. Akuntabilitas
Orang yang mendesain
serta memasang sistem AI haruslah bertanggung jawab mengenai bagaimana sistem
tersebut akan beroperasi.
Enam hal tersebut perlu
diperhatikan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang kompetitif namun
tetap didasarkan pada kepercayaan dan panduan etika.
Salah satu solusi bagi
lembaga pendidikan dalam menghadapi revolusi pendidikan 4.0 adalah dengan
menggunakan Big Data. Big Data sendiri merupakan sistem teknologi yang
diperkenalkan untuk menanggulangi “ledakan informasi” seiring dengan
pertumbuhan ekosistem pengguna mobile dan data internet yang semakin tinggi.
Pertumbuhan tersebut sangat memengaruhi perkembangan volume serta jenis data
yang terus meningkat secara signifikan di dunia maya.
Big Data dapat
dimanfaatkan dalam bidang pendidikan karena dengan penggunaannya seorang
pengajar dapat meneliti dan menganalisa kemampuan anak didik dengan mudah.
Tidak hanya perindividu, namun juga salam satu kelas, tingkat sekolah, maupun
universitas. Universitas Indonesia telah memanfaatkan Big Data dengan
menggunakan scele dan siak-ng yang merupakan penerapan e-learning untuk
mempermudah pengambilan dan pengumpulan data.
Revisi kurikulum dengan menambahkan lima kompetensi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir
Effendy menilai aspek pendidikan Indonesia perlu merevisi kurikulum dengan
menambahkan lima kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Kelima kompetensi itu dianggap sebagai modal yang sangat
dibutuhkan untuk mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0. Lima
kompetensi tersebut adalah:
1. Kemampuan berpikir kritis.
2. Memiliki kreatifitas dan kemampuan yang
inovatif.
3. Kemampuan dan keterampilan berkomunikasi yang
baik.
4. Kemampuan kerjasama
5. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Untuk menghadapi
perkembangan zaman pada era revolusi 4.0, para pelaku pendidikan serta
kebudayaan juga harus sigap dalam menyesuaikan diri dengan berbagai
perkembangan yang ada. Diperlukan reformasi sekolah, peningkatan kapasitas,
profesionalisme guru, kurikulum yang dinamis, sarana dan prasarana andal, dan
teknologi pembelajaran yang mutakhir untuk siap menghadapi era revolusi 4.0.
Itulah beberapa
informasi mengenai metode pembelajaran pendidikan dalam menghadapi revolusi
industri 4.0 yang perlu diketahui. Dengan menggunakan metode pembelajaran
pendidikan yang tepat, diharapkan generasi muda Indonesia bisa siap dan percaya
diri menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi akibat pengaruh
dari revolusi industri 4.0.
Tetep semangat buat para
Milenial’s hehe.. demikian lah sedikit ilmu dari Om Vall tentang Pendidikan N
pembelajaran diera revolusi industry ., Kurang dan lebihnya mohon maaf karena kita semua hanya manusia biasa.. yang
mana tak luput dari kata salah,khilaf n dosa. Syukron, Wassalamu’alaikum
warahmatullah Wabarakatuh.
Bogor,
18 september 2019’ 22:45 @Muhammad Noval Andry Pratama {OM_VALL}

Temen-temen Jangan lupa tinggalkan komentar yaa setelah membaca hehe..
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih ka..
HapusMantap sekali bang semoga bisa bermanfaat
BalasHapushehe.. makasih abang.. Aamiin
HapusWaaahhhh��bagus banget Kaka...aku bener2 kagum��
BalasHapushehehe ,bisa aja kamu
HapusArtikelnya menarik, sangat bermanfaat,, terima kasih ilmunya.
BalasHapusWahh.. Alhamdulillah.. Sama2 ka fitri hehe
HapusPembahasannya begitu jelas. Insha Allah bermanfaat ๐
BalasHapusAmiin hehehe
HapusJangan lupa minum setelah makan
BalasHapusWahahaha.. Bener bener bang mantul haha
HapusMantap bang๐ ilmunya semoga bermanfaat
BalasHapusHehe iya de aamiin yaa
HapusSubhanallah mantap luar biasa bosquh ๐
BalasHapusAlhamdulillah yaa Rabb, terimakasih bang
HapusMantap sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah.. Makasih kang
HapusWaw. Ilmu saya makin bertambah, trimakasih yah.
BalasHapus๐๐
HapusMantap semoga bermanfaat
BalasHapusAamiin
Hapus๐๐
BalasHapus๐๐
HapusSangat bermanfaat bro
BalasHapus